MALAYSIA TRULY HOLIDAY PART 4

Karena Melaka pernah dijajah oleh tiga negara yaitu Portugus, Belanda, dan Inggris, maka tak heran jika terdapat banyak gedung beraksitektur kolonial di sana.

Sedikit kisah tentang Kompleks Permuseuman Stadhuys. Bangsa Portugis adalah yang pertama kali mendarat di Melaka yaitu tahun 1511. Tahun 1641 Belanda mengambil alih kota ini dan berkuasa sampai 1795. Belanda sempat membangun satu gedung yang memiliki arsitektur Belanda yang diberi nama Stadthuys atau Red Building (Bangunan Merah).

Sebelum memasuki kompleks permuseuman sastra, ada sebuah monumen Laksamana Cheng Ho -yang beragama Islam- yang diangkat menjadi laksamana karena kekuatannya yang luar biasa pada jaman Pangeran Zhu Di. Laksamana Cheng Ho melakukan  tujuh kali perjalanan dan meninggalkan jejak sejarah hingga di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara sepanjang tahun 1405-1433. Di antara lima kali perjalanannya tersebut beliau bersama rombongan singgah di Malaka. Inilah yang membuat barang-barang peninggalan Laksamana Cheng Ho banyak terdapat di kota ini.


Masuk lebih jauh dalam Kompleks Permuseuman Stadhuys, Anda akan menemui St Paul’s Church (Gereja Katolik tertua didirikan pada tahun 1710 pada jaman pendudukan Belanda) dan Dutch Graveyard. 
Pemandangan dari St Paul’s Church sangat indah, Anda nyaris bisa melihat keseluruhan aktivitas kota Melaka yang teratur sekaligus Selat Malaka. 

Harga tiket masuk
Kompleks Stadthuys
Dewasa
• Warganegara RM 5.00/orang
• Turis RM 10.00/orang
Anak-anak
• Warganegara RM 2.00/orang
• Turis RM 4.00/orang
Jam Operasional: Pk. 09.00 - 17.30

 

 

Setelah  dari  kompleks permuseuman, paling menarik langsung naik Taming Sari. Bagaikan ringkasan yang semula Anda lihat dari daratan, tapi dengan Menara Taming Sari Anda bisa melihat seluruh pemandangan kota Melaka dari ketinggian 80 Meter yang akan berputar 360 (derajat) selama 10-15 menit.
Dari Menara Taming Sari, Pahlawan Mall dan Mahkota Mall menunggu untuk dijelajahi. Wahooo, Mall!! Shopping!! Beberapa brand menarik dari Malaysia yang selalu menjadi incaran adalah Vincci Padini Concept Store dan H & M.

Siap makan siang? Yuk, cari makanan enak gaya peranakan! Banyak restoran enak di Melaka dan antriannya bikin penasaran. Tapi ada satu restoran bernama Restoran Peranakan yaitu restoran Chinese food yang halal, dengan interior rumah gaya Baba-Nyonya. Rasanya? Sangat istimewa.

Harga tiket Menara Taming Sari
• Dewasa: RM 20.00/orang
• Anak-anak: RM 10.00/orang

Tips
Karena Anda akan lebih banyak berjalan kaki dan cuaca yang panas, ada baiknya selalu menyediakan air mineral, payung ataupun topi (terutama bagi yang takut warna kulitnya menjadi hitam)

 

 

Setelah makan siang, paling seru langsung jalan-jalan di Jonker Street sebagai pusat jajanan. Kiri kanan jalan dipenuhi dengan rumah dan bangunan yang berinterior gaya peranakan, campuran oriental dan melayu.
Pada Abad Pertengahan, Laksamana Cheng Ho dipercaya membawa seorang anak Kaisar China, Putri Hang Li Po, untuk menikah dengan Sultan Melaka. Rombongan Putri Kaisar China ini terdiri dari beberapa anak menteri serta rombongannya. Kelompok ini kemudian menikah dengan penduduk lokal di Melaka. Hal inilah yang menciptakan kebudayaan Baba-Nyonya dan terkenal sampai saat ini serta sangat kental di Melaka.

TIPS
•    Jangan lupa mencicipi jajanan yang paling favorit yaitu es cendol dengan gula Melaka.
•    Satu lagi, Anda harus mencoba durian Puff. Dijamin ketagihan.
•    Yuk seru-seruan belanja cokelat Berryl’s

 

 

TEXT RENNY CHANDRA, WAHAB SANGADJI, ARI ANASTASIA CHR | PHOTOGRAPHER ADIT SASTRADIPRADJA, RENNY CHANDRA, WAHAB SANGADJI, DOK. ISTIMEWA | SPECIAL THANKS TO TOURISM MALAYSIA, AIRASIA